LINTASCAKRAWALANEWS.NET _ JAKARTA — Ketua DPW Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Abdul Muis, mengapresiasi respons cepat Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terkait kontroversi promosi minuman beralkohol yang dikaitkan dengan tantangan hafalan Surah Ad-Dhuha dalam gelaran The Sounds Project pada akhir pekan lalu.
Abdul Muis juga mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas serta menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab apabila dalam kejadian tersebut ditemukan adanya pelanggaran hukum.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Pak Pram yang langsung memberikan tanggapan atas kejadian tersebut serta memerintahkan jajarannya untuk segera bertindak menyikapi persoalan tersebut,” ujar Abdul Muis kepada INTIP24 News.
Muis menegaskan, aparat penegak hukum perlu segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pelanggaran dalam peristiwa tersebut.
“Kami juga mendesak aparat penegak hukum segera menyelidiki perkara ini. Jika ditemukan pelanggaran hukum, agar segera ditindak untuk memberikan efek jera sekaligus menjadi contoh bagi dunia entertainment agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari,” tutur Muis.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyayangkan peristiwa tersebut dapat terjadi di Jakarta, terlebih di tengah upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.
“Ini sungguh-sungguh menodai kehidupan keagamaan yang sangat kita jaga bersama di Jakarta,” ujar Pramono kepada awak media di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Pramono juga menegaskan akan meminta jajarannya mengambil langkah tegas untuk menyikapi persoalan tersebut.
“Untuk itu, saya akan minta kepada Pak Asisten Kesejahteraan, Pak Ali, untuk segera mengoordinasikan, mengambil tindakan tegas terhadap hal yang tidak boleh terjadi di Jakarta,” tegas mantan Menteri Sekretaris Kabinet tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan yang menuai kecaman tersebut berlangsung di salah satu booth sponsor minuman beralkohol dalam acara The Sounds Project.
Dalam kegiatan tersebut, peserta disebut ditantang untuk menghafalkan Surah Ad-Dhuha dengan iming-iming hadiah berupa sebotol minuman beralkohol.
Menurut Abdul Muis, permintaan maaf dari pihak yang bersangkutan tidak serta-merta menghapus perlunya proses pemeriksaan oleh aparat penegak hukum.
“Meski yang bersangkutan (MC Ega, red.) telah meminta maaf, namun proses hukum harus tetap dijalankan,” pungkas Muis.
( RED )
