LINTASCAKRAWALANEWS.NET _ SERANG — Kondisi infrastruktur di Jalan Raya Sentul–Jongjing, Kabupaten Serang, kembali menjadi sorotan. Sejumlah titik badan jalan mengalami keretakan, sementara penerangan jalan umum (PJU) masih minim. Selain itu, jembatan yang menjadi akses menuju Kecamatan Lebakwangi disebut mengalami kerusakan pada sebagian strukturnya.

Kondisi tersebut dinilai membutuhkan perhatian dan penanganan pemerintah secara segera guna mencegah terjadinya kecelakaan maupun potensi jatuhnya korban jiwa.

Ketua DPD Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO Indonesia) Kabupaten Serang, Suprani, meminta pemerintah daerah tidak menunggu hingga kerusakan infrastruktur menimbulkan kecelakaan atau korban.

Menurutnya, persoalan infrastruktur bukan sekadar menyangkut kondisi fisik maupun estetika jalan, tetapi berkaitan langsung dengan keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang menggunakan akses tersebut setiap hari.

“Jangan menunggu ada korban baru pemerintah bergerak. Infrastruktur yang sudah menunjukkan keretakan dan jembatan yang sebagian mengalami kerusakan harus segera ditangani dengan kajian teknis yang tepat,” tegas Suprani.

Ia menyoroti adanya keretakan pada sejumlah titik badan jalan. Apabila tidak segera ditangani, kerusakan dikhawatirkan semakin meluas, terutama akibat faktor cuaca serta beban kendaraan yang terus melintas.

IWO Indonesia Kabupaten Serang juga mendorong pemerintah membangun Tembok Penahan Tanah (TPT) pada lokasi yang membutuhkan penguatan struktur. Langkah tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya mitigasi agar kerusakan jalan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih serius.

Selain kondisi badan jalan, minimnya PJU pada malam hari juga menjadi perhatian. Kurangnya penerangan dapat mengurangi visibilitas pengguna kendaraan dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama di titik-titik yang kondisi jalannya maupun struktur jembatannya sudah mengalami kerusakan.

Jembatan Lebakwangi Jadi Perhatian Serius

Jembatan yang menjadi akses menuju Kecamatan Lebakwangi juga dinilai perlu segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan teknis dari instansi terkait.

Sebagian struktur jembatan yang mengalami kerusakan dikhawatirkan dapat membahayakan pengguna jalan, khususnya kendaraan roda empat yang melintas di lokasi tersebut.

IWO Indonesia Kabupaten Serang meminta pemerintah tidak bersikap reaktif dalam menangani persoalan tersebut. Pemeriksaan lapangan, pengamanan sementara apabila diperlukan, hingga penganggaran untuk rehabilitasi maupun pembangunan kembali harus dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan dan hasil kajian teknis.

Suprani menegaskan, fungsi kontrol sosial yang dilakukan organisasi wartawan bukan untuk mencari kesalahan pemerintah, melainkan memastikan aspirasi serta keselamatan masyarakat mendapatkan perhatian.

“Kami mendorong pemerintah hadir sebelum terjadi persoalan yang lebih besar. Jangan sampai kerusakan yang hari ini masih bisa dicegah justru berubah menjadi tragedi karena terlambat ditangani,” ujarnya.

IWO Indonesia Kabupaten Serang berharap pemerintah daerah melalui instansi teknis terkait segera melakukan survei dan kajian teknis, memberikan pengamanan pada titik rawan, memperbaiki badan jalan, membangun TPT, serta meningkatkan PJU sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah.

Pesan IWO Indonesia Kabupaten Serang sederhana: keselamatan masyarakat tidak boleh menunggu korban berjatuhan. Pencegahan harus menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah.

(Red)