🔴 LIVE: KAB. TANGERANG -
⏳ Loading cuaca...
Ketua IWO Indonesia Jakarta: Festival Cilung 2026 Bangun Kesadaran Kolektif Cinta Lingkungan
BREAKING NEWS
.

Ketua IWO Indonesia Jakarta: Festival Cilung 2026 Bangun Kesadaran Kolektif Cinta Lingkungan

LINTASCAKRAWALANEWS.NET _ JAKARTA — Lingkungan merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia yang harus dijaga dan dilestarikan. Tanpa lingkungan yang sehat, kehidupan manusia maupun makhluk hidup lainnya akan terganggu.

Karena itu, menjaga kelestarian lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan kewajiban seluruh elemen masyarakat. Dibutuhkan gerakan bersama untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga ekosistem, kebersihan, serta kelestarian lingkungan.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Festival Cinta Lingkungan (Cilung) yang digelar setiap tahun sejak 2024. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta dengan melibatkan 42 kecamatan.

Pada 2026, Festival Cilung dijadwalkan digelar pada 28 Oktober 2026. Festival yang identik dengan berbagai kreasi berbahan dasar daur ulang hasil karya petugas Unit Pengelola Sampah (UPS) Badan Air di setiap kecamatan tersebut akan dipamerkan di sebuah waduk seluas sekitar 33 hektare di Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO Indonesia) Jakarta, Abdul Muis, SE, menilai Festival Cilung 2026 merupakan momentum penting untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat agar semakin mencintai dan peduli terhadap lingkungan.

“Dengan membangun kesadaran mencintai lingkungan, kita turut menjaga keseimbangan ekosistem. Terutama dalam pengelolaan sampah yang kreatif sehingga dapat menciptakan nilai tambah. Sampah plastik tidak hanya menjadi sumber polusi lingkungan, tetapi juga dapat disulap menjadi sesuatu yang berguna dan memiliki nilai seni serta kreativitas,” ujar Muis.

Ia menambahkan, salah satu bentuk kreativitas yang ditampilkan dalam Festival Cilung adalah pemanfaatan kembali sampah rumah tangga, seperti botol bekas, menjadi berbagai karya kreatif.

“Pada festival ini, sampah rumah tangga berupa botol bekas dimanfaatkan kembali menjadi perahu Cilung,” imbuhnya.

Menurut Muis, festival tersebut seharusnya tidak dipandang sekadar sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, Festival Cilung menjadi bagian dari gerakan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian sungai dan waduk sebagai warisan ekologis sekaligus budaya Kota Jakarta.

“Sungai dan waduk adalah bagian dari peradaban Jakarta. Menjaga kebersihannya berarti merawat warisan kota untuk generasi mendatang. Karena itu, kami mengajak seluruh warga untuk tidak membuang sampah sembarangan,” tuturnya.

Sebagai informasi, Festival Cilung pertama kali digelar di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT), Duren Sawit, Jakarta Timur, pada 2024. Gelaran kedua berlangsung di Sungai Ciliwung, kawasan Jalan Inspeksi MT Haryono, Jakarta Selatan, pada 2025.

Festival Cilung 2026 diharapkan kembali menjadi ruang edukasi dan kreativitas masyarakat dalam mengelola sampah sekaligus memperkuat gerakan bersama untuk mewujudkan lingkungan Jakarta yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

(RED)

BAHASA