🔴 LIVE: KAB. TANGERANG -
⏳ Loading cuaca...
Patung Momentum Alun-Alun Kota Serang Dihancurkan, Akankah Air Mancur Menggantikan Ikon dan Kenangan Warga?
BREAKING NEWS
.

Patung Momentum Alun-Alun Kota Serang Dihancurkan, Akankah Air Mancur Menggantikan Ikon dan Kenangan Warga?

LINTASCAKRAWALANEWSS.NET _ SERANG — Kota Serang kembali menghadapi perubahan pada salah satu ruang publik yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Patung Momentum yang berada di kawasan Alun-Alun Kota Serang diketahui telah dihancurkan untuk kemudian dilakukan renovasi dan perubahan fungsi menjadi air mancur.

Pembangunan dan penataan ulang ruang publik pada dasarnya merupakan bagian dari perkembangan sebuah kota. Namun, perubahan terhadap ruang publik semestinya tidak hanya mempertimbangkan aspek estetika dan pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan nilai sejarah, identitas kota, serta kenangan masyarakat yang telah melekat pada tempat tersebut.

Patung Momentum selama ini bukan sekadar bangunan yang berdiri di kawasan Alun-Alun Kota Serang. Bagi sebagian masyarakat, keberadaannya telah menjadi bagian dari wajah kota yang dikenal selama bertahun-tahun. Keberadaan patung tersebut juga menjadi salah satu penanda yang mudah dikenali ketika masyarakat menyebut kawasan Alun-Alun Kota Serang.

Dengan dihilangkannya salah satu simbol tersebut, muncul sejumlah pertanyaan di tengah masyarakat. Apakah perubahan tersebut memang diperlukan? Apa alasan dan pertimbangan yang mendasari penghilangan Patung Momentum? Serta sejauh mana masyarakat telah memperoleh informasi mengenai konsep dan tujuan penataan ulang kawasan tersebut?

Renovasi menjadi air mancur tentu dapat menghadirkan wajah baru bagi kawasan alun-alun. Keberadaan air mancur juga berpotensi menjadi daya tarik baru sekaligus memperkuat fungsi ruang publik sebagai tempat masyarakat berkumpul dan beraktivitas.

Namun demikian, modernisasi sebuah kota tidak selalu harus dilakukan dengan menghilangkan seluruh unsur lama. Penataan ruang publik sebenarnya dapat dilakukan dengan mempertimbangkan perpaduan antara unsur lama dan konsep baru, sehingga pembangunan tetap berjalan tanpa harus menghilangkan identitas yang telah terbentuk di tengah masyarakat.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah aspek keterbukaan informasi kepada publik. Setiap pembangunan yang menggunakan ruang publik dan anggaran pemerintah idealnya disertai informasi yang jelas mengenai alasan pembangunan, konsep desain, manfaat, sumber dan besaran anggaran, serta dampaknya terhadap masyarakat.

Masyarakat yang menyampaikan kritik maupun pertanyaan bukan berarti menolak pembangunan. Sebaliknya, hal tersebut dapat menjadi bentuk kepedulian terhadap perkembangan kota. Masyarakat memiliki kepentingan untuk mengetahui mengapa sebuah ikon atau bagian dari ruang publik harus diubah dan seperti apa konsep serta hasil akhir penataan tersebut.

Alun-Alun Kota Serang semestinya tidak hanya menjadi ruang yang indah secara visual, tetapi juga menjadi ruang publik yang memiliki cerita dan nilai bagi masyarakat. Sebuah kota bukan hanya terdiri atas gedung, jalan, taman, dan fasilitas publik. Kota juga dibentuk oleh sejarah, identitas, serta memori masyarakat yang tumbuh di dalamnya.

Karena itu, perubahan Patung Momentum menjadi air mancur layak menjadi bahan evaluasi dan perhatian bersama. Jika renovasi tersebut memang bertujuan memperindah kawasan sekaligus meningkatkan fungsi Alun-Alun Kota Serang, masyarakat tentu berharap hasil akhirnya benar-benar memberikan manfaat dan kenyamanan bagi publik, bukan sekadar menghasilkan perubahan fisik.

Pembangunan kota yang baik bukan hanya tentang menciptakan sesuatu yang baru, tetapi juga tentang bagaimana menghargai sesuatu yang telah menjadi bagian dari perjalanan sebuah kota.

Serang boleh berubah. Serang boleh menjadi lebih modern. Namun, di tengah perubahan tersebut, identitas dan kenangan masyarakat tetap patut dipertimbangkan.

Sebab, ketika sebuah bangunan atau simbol kota dihilangkan, yang mungkin ikut hilang bukan hanya bentuk fisiknya, melainkan juga sebagian kecil dari cerita dan kenangan sebuah kota.

(RED)

Penulis: Ririn Oktabria Ramadan
Mahasiswa Program Studi Administrasi Negara, UNPAM Serang

Didampingi:
Angga Rosidin, S.I.P., M.A.P.
Zakaria Habib Al-Ra’zie, S.I.P., M.Sos.

BAHASA